Membuat Repository Lokal BlankOn Linux

12:48 PM 0




Tidak banyak, tepatnya : sangat sedikit, untuk saat ini, pengguna komputer di Indonesia yang telah memiliki koneksi internet yang "pantas". Padahal, metode instalasi perangkat lunak di Linux (yang dalam hal ini BlankOn) adalah secara online : mengunduh lalu memasang.

Bagi kita yang memiliki koneksi pas-pasan, hal tersebut tentu cukup tidak praktis. Terlebih, bila kita memasang ulang sistem Linux, maka kita harus melakukan proses instalasi online yang ukuran paket software yang harus kita unduh bisa mencapai lebih dari 1 GB. Cara yang lebih praktis adalah dengan membuat repository lokal yang berisi paket-paket yang kita butuhkan sehingga bila nanti kita menginstalasi ulang sistem Linux BlankOn kita, kita tidak perlu melalui proses mengunduh lagi (yang bisa memakan waktu hingga beberapa jam).

Dan cara termudah untuk membuat repository lokal adalah dengan menggunakan aptoncd. Aptoncd adalah tool untuk membackup cache dpkg dari sistem kita dan menjadikannya kumpulan deb yang bisa kita gunakan sebagai repository lokal. Langkah-langahnya adalah sebagai berikut : 
Pasang semua paket yang kita butuhkan. 
Jangan lupa, pasang dua paket berikut ini :
aptoncd dpkg-dev 
Setelah proses pemasangan semua paket software selesai, buka aptoncd. 
Akan ada kumpulan paket yang kita unduh, maka pilih Burn. Akan muncul dialog tentang nama iso dan media yang akan dipakai. Agar praktis menjadi satu iso, pilih media DVD. 

Setelah proses burn selesai, akan ada opsi apakah akan membakar iso ke media optic (DVD). Pilih saja tidak. 

Di home akan tercipta satu file iso, ekstraksi file iso tersebut dan rename folder Packages menjadi folder yang sesuai dengan distribusi Linux kita (misal blankon, rote, precise, dlsb atau terserah kita). 
Generate database kumpulan dpkg tersebut dengan perintah dpkg-dev. Caranya, buka terminal dan masuklah ke tempat dimana folder yang berisi paket deb tadi ada (misal home). Perintahnya adalah sbb (dengan misal folder diberi nama rote) :
sudo dpkg-scanpackages rote /dev/null | gzip -9c > rote/Packages.gz 
Setelah selesai, kita bisa memindahkan folder tersebut ke dalam harddisk penyimpanan data dan bisa kita gunakan sebagai repository lokal. Untuk menggunakannya, kita hanya perlu memasukkan alamat repository lokal tersebut ke dalam sources.list dengan format sbb :
deb file:/lokasi/lokasi nama_folder/
Contoh, folder yang berisi deb tersebut diberi nama rote diletakkan di lokasi berikut ini :/media/d/softwares/linux/repo/rote
maka alamat repository lokal tersebut di sources.list adalah sbb :
deb file:/media/d/softwares/linux/repo rote/
Terakhir, kita update cache apt dengan sudo apt-get update, dan kita sekarang bisa memasang kumpulan software favorit kita secara offline. 


Selamat mencoba :)





Memasang Angry Animals di BlankOn Linux

12:41 PM 0

Angry Birds adalah permainan yang telah menjadi legenda untuk era smartphone saat ini. 

Versi PC juga telah tersedia, namun sayang, versi native Linux belum dibuat sampai saat posting ini ditulis. Namun ternyata, ada permainan sejenis yang merupakan kloning dari Angry Birds yang bisa dijalankan di Linux dengan sempurna, yaitu Angry Animals.

Untuk memasang Angry Animals, ada dua paket yang harus dipasang, yang bisa kita unduh berikut:





Eksekusi dengan sudo dpkg -i *.deb. Selamat mencoba :)


Gpicview, Aplikasi Penampil Gambar Paling Ringan di Linux

11:47 AM 0


Penampil gambar ringan?

Menyambung posting sebelumnya, bahwa saya selalu mencari alternatif paling ringan dari satu kebutuhan aplikasi, saya mempunyai satu aplikasi penampil gambar favorit karena sifatnya yang sangat amat ringan, dan juga memiliki antarmuka sederhana dan mengingatkan kita pada antarmuka Windows Image Viewer di Windows XP, yaitu GPicView. Aplikasi ini adalah bagian dari proyek LXDE, desktop modern nan ringan yang populer itu.

Walaupun sederhana dan ringan, gpicview telah dilengkapi fitur slideshow, dan fitur pengaturan sebagai penampil gambar default. Aplikasi ini sudah ada di lumbung padi Debian/BlankOn sehingga bisa kita pasang dengan mudah melalui Synaptic atau sudo apt-get install gpicview.

Untuk menjadikan penampil gambar ini sebagai penampil gambar default, begitu aplikasi ini terpasang, pilih tombol preferences dan pilih opsi "Make Gpicview the default viewer for images".


Jika ada yang ramah memori, kenapa harus pilih yang rakus? Betul? :)

Membuat Partisi FAT32 atau NTFS Menjadi Mount Otomatis / Automount di BlankOn 8 Rote

11:34 AM 0


Bagi veteran Ubuntu, akan sedikit terganggu ketika memasang BlankOn 8 Rote karena tidak disediakan fasilitas pemartisian tingkat lanjut sehingga partisi-partisi FAT32/NTFS milik kita tidak bisa dikaitkan di sistem, dan sehingga harus memasukkan password root setiap kali perlu mengakses partisi-partisi tersebut. Hal tersebut tentu sangat mengganggu. Tapi hanya perlu sedikit langkah untuk membuat partisi FAT32/NTFS bisa kita kaitkan di sistem sehingga menjadi automount begitu sistem dinyalakan. Berikut langkah-langkahnya : 

Kaitkan semua partisi yang hendak ingin kita kaitkan secara permanen di sistem dengan cara mengklik di partisi-partisi yang dimaksud. Lalu buka terminal dan ketikkan perintah berikut ini :
df -h
Akan keluar output sebagai misal :

Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
rootfs 21G 4.0G 16G 21% /
udev 10M 0 10M 0% /dev
tmpfs 203M 580K 202M 1% /run
/dev/disk/by-uuid/a88c0088-14ca-4ef0-bce5-55153e65209c 21G 4.0G 16G 21% /
tmpfs 5.0M 4.0K 5.0M 1% /run/lock
tmpfs 806M 1.4M 804M 1% /run/shm
/dev/sda1 38G 34G 3.8G 90% /media/DATA 
Dari output diatas, kita telah mendapati dimana partisi FAT32/NTFS berada di device. Bila kita memiliki harddisk tunggal (laptop), biasanya akan terbaca sebagai /dev/sda1 /dev/sda2 dst. Kalau ada harddisk kedua (PC) dll, akan terbaca berurutan sebagai sdb, sdc, dst. 

Buat letak pengaitan untuk partisi yang ada. Paling umum letak pengaitan di letakan di /media. Sebagai contoh kita akan membuat pengaitan untuk dua partisi dengan nama /media/d dan /media/e, dimana partisi satu NTFS dan partisi kedua adalah FAT32 

Edit file /etc/fstab yang merupakan file konfigurasi pengaitan partisi di sistem Linux dengan teks editor (gedit, pluma, dll) 
sudo gedit /etc/fstab 
Untuk partisi NTFS kaitkan partisi dengan parameter sbb :

/dev/sda1 /media/d ntfs-3g defaults 0 0

Dan untuk partisi FAT32 kaitkan dengan paramater sbb :

/dev/sda1 /media/d vfat rw,auto,umask=0000 0 0 
Simpan file dan restart sistem. Sekarang kita telah memiliki partisi-partisi FAT32/NTFS ter-automount di sistem Linux BlankOn Rote :)