Monolog Tinta Kepada Kertas

3:34 AM
Ini bukanlah saer-saer gayo
Bukan tambo minangkabau atau kitab almusana
Bukanlah wawacan sejarah ambia
Bukan pangkur ataupun dandanggula
Bukanlah serat suluk walisana
Bukan sinom, kinanthi, atau asmaradhana
Bukanlah sure pangajana nabitta Muhammad S.A.W
Bukan
Ini hanyalah monolog
Jangan percaya syiar ini sepenuhnya
Jangan ditelan mentah
Ini bukanlah indoktrinasi, maka kalian berhak membantah
Sebut saja monolog
Dari tinta kepada kertas
Sebentuk resah dan keresahan
Hanya kata juga kalimat yang tak tertahan
Hanyalah kebodohan
Hanya tanya dan pernyataan
Pendapat
Hanya yang awam bukan yang hebat

Ini juga bukan yang suci
Jangan percaya sepenuhnya pada syair ini
Jangan
Bila tak ingin muntahkan saja kembali
Bantahlah, karena ini bukan indoktrinasi
Sebut saja puisi pun narasi
Atau mungkin kalian lebih mengenal sajak ?
Kata-kata juga serapah milik pribadi yang tidak tergolong bijak
Kekhilafan
Hanya tanya dan pernyataan
Hanyalah pendapat
Awam, bukan yang hebat

Dan cahaya kian benderang
Perangkat suara meraung
Diluar halaman
Parade diatas jalan berbalut aspal

Selamatkan
Sekarang musuh kita bukanlah kompeni
Company
Beragam macam kebutuhan berhasil butakan nurani

Dan parade ini terus bergerak
Beriringan, berteriak
Perbudakan modern masih menjadi isu utama
Sabar dan ikhlas tetap dikumandangkan para ulama
Masalah lama, masih itu-itu saja

Dan dewan yang terhormat hanya pusingkan ruang kerja yang katanya tak lagi layak
Dan penggelapan dana terus terkuak
Pelajar menemukan cara baru agar berhasil lulus ujian nasional
Mahasiswa terus menguji nyali melawan mahasiswa atau pasukan anti huru-hara
Dan pengusaha kenamaan hindari pajak
Dan harga bahan pangan terus melonjak
Seniman masih berkutat dengan artistika dan estetika
Pembantu rumah tangga masih bermimpi menjadi tenaga kerja Indonesia
Guru-guru tetaplah pahlawan tanpa tanda jasa
Katanya
Padahal beberapanya juga makan gaji buta seperti pegawai negeri pun swasta
Dan bandar narkoba tetap mudah mengedarkan meski sudah dalam penjara
Penguasa tetap gunakan kekuasaan
Pengemis masih menjamur ketika ramadhan
Copet tetaplah copet
Sarjana muda masih mengantri untuk terdaftar sebagai pengangguran
Rumah sakit tetap utamakan pembayaran kepada calon pasiennya
Klub malam masih bergairah ketika langit menjadi gelap
Masjid-masjid tetap ramai dihari jum'at
Banjir masih datang kala kita menikmati musim penghujan
Anak jalanan menjadi dewasa sebelum waktunya
Sinetron tetap menjual impian
Pariwara masih bertutur secara berlebihan
Ya, begitulah
Dan tinta tetap keluarkan kalimat tak tertahan
Tanya
Pernyataan
Pendapat
Awam, bukan yang hebat



05 Juni 2011
Banjarmasin - Kalimantan Selatan

Artikel Terkait

Previous
Next Post »