SURAT UNTUK IBU

8:25 PM
oleh Prangg Rn pada 06 Oktober 2010 jam 18:21
Bu, apa kabarmu…?
Pada  dataran waktu ini, kembali aku mengingatmu
menggenggam sapu  berkebaya  lusuh
pada  setiap  pergantian waktu,
menatap  mentari  jingga  yang  tertusuk daun-daun tebu

Bu, apa  kabarmu…?
Masihkan  sawah  kita  sepetak  warisan  bapak  mampu  menghidupimu..?
atau  telah  tertutup  ilalang  dan  perdu, 
membelukar  tanpa  sempat  tersentuh  tanganmu  yang  legam  membatu..

Bu, sungguh  tak  pernah  terfikir  meninggalkanmu
Namun  tetap  saja  aku  terpisah  darimu, 
terusir  tanpa  kita  tahu  kesalahan  masa  lalu,,,
Hanya  desas  desus  yang  menyeruak  dari  balik semua  pintu,
ribuan  mulut  melumuriku  dengan  ludah  yang  busuk,,,
selaksa  maki menyudutkanku  pada  jiwa  yang  kalut,,,
jari-jari  tertunjuk  pasti  ke arahku,,,
Dan  telaga  dari  matamu
Siramiku dengan  air kehidupan  seteduh  salju,,,

Bu, lalu aku pergi
Susuri  sepi  berkawan belati
Melukiskan  dendam  dengan  darah  pada  setiap  tembok  kota
Meneriakkan  makian  pada  lapu  jalanan
Tiap  jalanan  kususuri
Tiap  pelacur  kutiduri

Bu,
Jika  kau  dengar  sayup  berita
Tentang  gali  yang di tembak  mati
Itulah aku, anakmu.


Bekasi, 01 Oktober 2010

Artikel Terkait

Previous
Next Post »