MATA DARAH

7:51 PM

MATA DARAH




oleh Prangg Rn pada 23 Agustus 2010 jam 12:32
Jika kau lihat mata mereka memantulkan keindahan

tentang bulan, bintang, bunga dan ribuan kupu-kupu,
maka tidak dengan mataku !
Ada darah ibuku, ada keringat ayahku
dan semakin dalam kau pandang
kan kau dapati kelam yang tak berujung.

Bumi berputar
Siang dan malam datang bergantian memanggil paksa kemaraudan penghujan
mengusir kelelawar dan kerik jangkrik
Bertahun...
Berlalu...
...


Angin yang berhembus pada puncak gunung dan lembah

Tak menghapuskan sedikitpun bau darah ibu
wangi seperti bau tanah basah
tersiram hujan dari keringat ayah
menjadi telaga jingga tanpa dasar hingga tak mampukuselami.
Hujan dan badai di awal pagi dan petang
tak mengaburkan sedikitpun merah darah ibu
menggenangi  kelopak mata yang resah

Dan setiap kali pesta ulang tahun digelar
aku melihat darah ibuku, juga keringat ayahku
mengalir pada setiap cawan, menetes pada setiap gelas
menjadi sungai yang tak bermuara.
Mereka tertawa, lepas dan bebas
aku menangis, tanpa suara laksana gerimis.
Untuk darah ibuku, juga keringat ayahku.

di mata ini tetap kan kau dapati kelam
sebab sejak aku terlahir, yang kulihat darah ibu
kemunafikkan terlahir, yang kulihat darah ibu
kebohongan terlahir, yang kulihat darah ibu
penindasan terlahir, yang kulihat darah ibu
peperangan terlahir, yang kulihat darah ibu
hitam dan putih terlahir, yang kulihat darah ibu
berulang dan berulang
kulihat ibu tersakiti
masihkah kan kau cari bulan di mataku...?

Artikel Terkait

Previous
Next Post »